IBX5B108ACBB925C Gusi Bengkak, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya – Prowess Medical

Gusi Bengkak, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Gusi bengkak tentu saja bukanlah keadaan yang diharapkan. Gusi bengkak seringkali menyebabkan rasa sakit dan kurang nyaman disekitar mulut, sehingga memengaruhi kondisi kesehatan secara siginifikan. Biasanya kondisi gusi yang bengkak ini terjadi karena beberapa hal terkait kebiasaan seseorang dalam menjaga kebersihan di dalam mulut. Dalam ilmu kesehatan gusi bengkak termasuk dalam kategori peradangan gusi kronis atau yang biasa dikenal dengan gingivitis kronis.

Kondisi gingivitis kronis yang terjadi pada gusi ini bisa semakin parah jika tidak ditangani cepat dan tepat. Peradangan kronis yang lebih parah pada gusi dalam dunia kedokteran gigi disebut sebagai Periodontis, yaitu sebuah infeksi gusi yang bisa merusak jaringan lunak serta menghancurkan gigi anda. Pada ulasan berikut ini, akan dibahas tentang beberapa hal terkait dengan kondisi gusi bengkak yang penting untuk diketahui. Simak yuk!

Gusi-Bengkak

Gejala Gusi Bengkak

Gusi yang mengalami peradangan biasanya ditandai dengan pembengkakan hingga ukuran tertentu. Beberapa diantaranya juga disertai dengan sariawan, bau mulut, pendarahan, hingga ukuran gusi yang menggelembung dan semakin besar. Pembengkakan gusi ini bisa juga menutup sebagian dan keseluruhan bagian gigi. Selain itu, kondisi bengkak pada gusi ini juga menyebabkan rasa nyeri pada sekitar gusi yang mengalami inflamasi, serta mengalami perubahan warna menjadi merah.

Penyebab Gusi Bengkak

Berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab gusi mengalami pembengkakan diantaranya adalah sebagai berikut,

1. Plak dan Tartar

Sisa makanan yang tidak segera dibersihkan akan menimbulkan tumbuhnya bakteri di dalam mulut. Bakteri inilah yang kemudian menjadi dasar pembentukan plak yang biasanya menimbulkan warna gigi menjadi lebih kuning. Plak yang ada disela-sela gigi bisa dihilangkan dengan mudah selama teksturnya masih lunak. Kondisi lebih buruk adalah membiarkan plak tetap menghuni celah gigi dalam kurun waktu lebih dari 10 hari. Plak yang mengeras dalam waktu lama kemudian disebut dengan Tartar.

Tartar adalah sebuah lapisan keras yang terbentuk dari plak. Tartar biasanya berada di sekitar celah gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga membutuhkan bantuan dokter gigi untuk menghilangkannya menggunakan alat medis khusus. Jadi, ketika anda menyadari bahwa bagian sela-sela gigi dan gusi sudah dipenuhi dengan plak atau tartar, alangkah baiknya segera melakukan tindakan pembersihan melalui dokter gigi yang sudah dipercaya.

2. Sisa Makanan

Anda tentu sering mengalami saat dimana sisa makanan menempel atau masuk ke celah antara gigi dan gusi. Sisa makanan ini seringkali terselip dan menyebabkan gusi bengkak dan rasa nyeri yang luar biasa. Popcorn dan daging termasuk tipe makanan yang sering terselip dibagian tersebut. pembengkakan akan reda dengan sendirinya saat sisa makanan itu keluar atau dikeluarkan secara paksa.

3. Hormon

Perubahan kadar hormon tertentu bisa menyebabkan gusi mengalami radang dan bengkak. Kasus semacam ini sering terjadi pada wanita hamil dan hanya bersifat sementara waktu saja.

4. Salah Tindakan Medis

Seiring dengan pertambahan usia, bentuk gigi seseorang bisa saja merenggang. Inilah yang nantinya menjadi tempat favorit bagi sisa makanan untuk bersembunyi didalamnya. Perbaikan saat mengatasi gigi renggang harus dilakukan secara tepat untuk mencegah adanya celah diantara gigi dan gusi. Tidak hanya itu, bagi anda yang menggunakan gigi palsu dengan ukuran yang tidak sesuai, juga rentan pada terjadinya iritasi jaringan gusi sehingga bisa menimbulkan pembengkakan gusi.

5. Iritasi

Bahan kimia yang terkandung dalam pasta gigi, obat-obatan, kawat gigi, atau makanan sekalipun juga memiliki dampak bagi kesehatan gusi. Pasalnya, bahan-bahan itu bisa menjadi awal adanya iritasi pada gusi dan mengakibatkan munculnya peradangan.

6. Obat-Obatan

Penggunaan beberapa jenis obat-obatan dalam jangka panjang bisa memicu munculnya radang gusi. Tipe obat anti hipertensi misalnya, bisa berpengaruh kepada pertumbuhan jaringan gusi dan menyebabkan bengkak pada waktu-waktu tertentu.

7. Salah Gerakan Saat Makan

Mengunyah merupakan jenis gerakan yang membutuhkan konsentrasi cukup tinggi. Ya, akibat dari gerakan yang salah saat mengunyah ini terkadang jenis makanan keras yang anda kunyah bisa bergesekan pada bagian gusi yang bercelah. Duri, sisik ikan, atau bagian udang biasanya seringkali menjadi makanan yang menyakiti gusi karena teksturnya yang tajam dan keras.

Cara Mencegah Gusi Bengkak

Peradangan pada gusi yang kemudian menyebabkan gingivitis sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan kebiasaan sehat pada mulut. Sebagai sarang kuman setelah tangan, mulut menyumbang 50% kuman yang bisa memicu berbagai penyakit. Untuk mencegah timbulnya peradangan gusi, beberapa cara berikut ini bisa diaplikasikan mulai dari diri sendiri:

  • Mengenali tipe gigi dan gusi sendiri, dengan cara ini anda bisa menentukan bahan pasta gigi atau obat kumur yang sesuai dengan tipe gigi anda.
  • Menerapkan pola makan seimbang untuk menjaga asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan bagi kesehatan gigi dan gusi, misalnya dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah.
  • Hindari kebiasaan merokok, minum alkohol, minuman manis atau makanan yang mengandung gula berlebihan.
  • Obat kumur atau sejenisnya yang memiliki aroma tajam sebaiknya dikurangi penggunaannya.
  • Gunakan sikat gigi dan benang gigi secara baik dan benar
  • Pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali
  • Jika muncul rasa tidak nyaman pada gusi lebih dari dua minggu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter

Mencegah gusi agar tetap sehat bisa dilakukan di rumah dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti berkumur dengan air daun sirih atau sejenisnya. Selain itu, anda juga perlu mengoptimalkan kebersihan mulut dengan rajin membersihkan gigi setiap harinya.

Pengobatan Gusi Bengkak Secara Alami dan Medis

Secara umum, pengobatan untuk mengatasi gusi bengkak dapat dilihat melalui penyebab gingivitis tersebut. Bila pembengkakan dikarenakan penumpukan plak atau tartar di celah gigi, maka dokter akan segera melakukan tindakan pembersihan plak atau karang gigi dengan alat medis yang sudah tersedia. Akan tetapi, bila yang menjadi penyebab gusi bengkak adalah gigi berlubang atau gigi palsu yang tidak cocok, dokter bisa mengambil tindakan lain berupa penambalan gigi atau dengan memperbaiki fungsi gigi palsu yang tidak sesuai.

Cara lain untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada pembengkakan yang terjadi bisa dilakukan dengan beberapa langkah mudah sebagai berikut:

  • Sikat gigi secara benar dan lembut 2 kali sehari, pagi dan menjelang tidur
  • Sikat gigi yang diganti secara rutin setelah masa penggunaan 12-16 minggu
  • Obat kumur yang telah direkomendasikan dokter
  • Rajin membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi

Dengan melakukan tindakan sederhana seperti pada poin yang tertera diatas, maka rasa sakit yang muncul dari peradangan gusi bisa berangsur hilang. Intinya, perawatan dan mengurangi aktifitas mengunyah terlalu keras bisa membantu proses mengempisnya gusi yang bengkak. Demikian artikel informatif terkait gusi bengkak beserta beberapa penyebabnya, semoga bermanfaat bagi anda!

Leave a Reply