Penggunaan Kawat Gigi, Harga, Jenis & Resikonya

Gigi merupakan aset penting dalam kehidupan yang juga tidak boleh diabaikan. Dengan penampilan gigi yang sempurna dan tidak hanya sehat, seseorang akan percaya diri untuk memamerkan senyumnya pada siapapun. Terkait hal tersebut, ternyata tidak semua orang beruntung memiliki tampilan gigi yang menawan. Ada juga dari mereka yang tidak percaya diri karena deretan gigi yang terlihat buruk ketika tertawa. Oleh sebab itu, beberapa orang pun mulai memikirkan cara untuk memperbaiki jajaran bentuk gigi mereka dengan berbagai tindakan yang salah satunya adalah memasang kawat gigi.

kawat gigi

Kawat gigi adalah metode perawatan gigi yang disarankan medis untuk anda yang ingin memperbaiki tampilan gigi anda agar lebih menarik. Kawat gigi ternyata juga bukan hanya sarana penunjang penampilan saja lho! Kawat gigi juga dianjurkan sebagai cara untuk menjaga gigi yang sehat. Biasanya kawat gigi ini memang sengaja disarankan oleh dokter gigi untuk mengoreksi deretan gigi yang tidak rata pada pertumbuhannya atau bagian rahang yang terlalu sempit.

[Baca juga: Cara Memutihkan Gigi]

Jika biasanya kawat gigi identik dengan metode perbaikan penampilan, ternyata kawat gigi juga bermanfaat besar untuk memperbaiki fungsi mulut. Nah, bagi anda yang tengah mempersiapkan rencana untuk pemasangan kawat gigi, berikut ini kami sajikan ulasan mengenai risiko, jenis kawat gigi, hingga prakiraan biaya pemasangan kawat gigi.

Fungsi Kawat Gigi

Penggunaan kawat gigi identik dengan fungsinya untuk memperbaiki penampilan gigi seseorang. Padahal, tidak selamanya demikian. Pemasangan kawat gigi jika ditinjau dari segi medis merupakan media untuk memperbaiki struktur gigi, misalnya saat jarak gigi terlalu renggang, serta masalah rahang yang lain seperti gigi bengkok atau tumbuh tidak sejajar. Tidak hanya untuk memperbaiki penampilan saja, dengan perbaikan jarak atau deretan gigi akan memungkinkan seseorang untuk mengunyah dengan baik serta berbicara dengan lebih jelas dibanding sebelumnya. Oleh sebab itu, pemasangan kawat gigi lebih dianjurkan sesuai dengan kebutuhan dari pasien.

Jenis Kawat Gigi

Sebelum melakukan pemsangan kawat gigi, sebelumnya dokter gigi berpengalaman atau ahli ortodontis akan melihat struktur atau permasalahan yang terjadi pada gigi pasien. Dengan begitu, bisa ditentukan oleh dokter yang bersangkutan tentang jenis kawat gigi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Beberapa jenis kawat gigi yang umum tersedia sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kawat Gigi Permanen, yang terdiri dari kotak-kotak dan dilekatkan pada setiap bagian gigi dengan terhubung satu sama lain menggunakan kawat. Kawat gigi permanen termasuk jenis kawat gigi yang banyak digunakan untuk melihat letak beberapa gigi dan mencegah masalah di masa yang akan datang. Biasanya kawat gigi permanen dibuat dari logam, namun ada juga kawat gigi yang terbuat dari keramik atau bahan plastik kuat yang harganya juga lebih mahal.
  • Kawat Gigi lepas-pasang lebih banyak digunakan untuk mengatasi masalah kecil pada gigi yang bengkok. Kawat ini juga umum dipakai saat melakukan olahraga tertentu, menggosok gigi, atau saat membersihkan mulut dan mudah untuk dilepaskan karena terbuat dari penampang plastik.
  • Kawat Fungsional adalah jenis kawat gigi yang dibuat dari kawat plastik yang dipasang pada bagian atas dan bawah. Umumnya, penggunaan kawat gigi fungsional ini adalah karena masalah rahang atas dan bawah yang tidak sejajar. Biasanya kawat gigi fungsional akan dilepas hanya pada saat tertentu saja misalnya saat makan atau saat dicuci.
  • Retainer adalah kawat gigi yang dipasangkan setiap usai menjalni perawatan ortodontis. Retainer biasa digunakan selama beberapa hari sebagai sarana untuk menstabilkan posisi yang baru dari gigi, rahang, gusi, dan tulang agar tak kembali seperti semula (sebelum menjalani perawatan).
  • Headger adalah jenis kawat gigi yang umumnya ditempatkan pada bagian kepala untuk bisa menarik posisi gigi depan. Pasien yang menggunakannya tidak bisa melakukan aktifitas seperti makan dan minum. Biasanya headger dipakai saat menjelang tidur selama beberapa jam.
  • Kawat Gigi Lingual yaitu jenis kawat gigi dengan harga yang reatif lebih mahal karena memiliki keistimewaan yaitu tidak tampak dari depan karena ditempatkan pada bagian belakang gigi.

Tidak hanya jenis kawat gigi diatas saja yang banyak beredar dan menjadi pilihan masyarakat. Ada pengganti kawat gigi yang umum juga dipakai oleh pasien dewasa untuk merapikan gigi mereka. produk tersebut dikenal dengan Clear Aligner atau kawat gigi transparan yang khusus digunakan oleh pasien tanpa pertumbuhan gigi dan gusi. Clear Aligner bisa dilepas ketika makan atau saat membersihkan gigi. Produk dengan biaya yang lebih mahal ini menjadi pilihan banyak pasien karena lebih praktis dan tidak mengganggu penampilan.

Prosedur Pemasangan Kawat Gigi

Pemasangan kawat gigi hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi atau ahli ortodontis yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat khusus dari pelatihan yang dijalaninya. Pelatihan tersebut terkait dengan keahliannya untuk mengatasi berbagai permasalahan pada gigi dan rahang seperti melakukan pengencangan serta meratakan deretan gigi yang tidak sejajar.

Awalnya, jika anda berencana untuk melakukan pemasangan kawat gigi, maka sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter gigi atau ahli ortodontis yang sudah direkomendasikan. Dari konsultasi tersebut maka akan segera diketahui apakah pemasangan kawat gigi memang dibutuhkan dalam permasalahan gigi yang anda alami. Untuk pasien anak-anak pemasangan kawat gigi hanya bisa dilakukan saat gigi permanen yaitu antara usia 6 hingga 12 tahun.

Ketika dokter sudah mengatakan bahwa kawat gigi memang dibutuhkan untuk kondisi gigi anda, maka langkah selanjutnya adalah segera melakukan beberapa prosedur pemasangan tersebut untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Meski dengan kata lain, bukan berarti pemasangan yang dilakukan pada orang dewasa sudah terlambat. Hanya saja terdapat perbedaan prosedur pemasangan kawat gigi yang dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak. Sesudah konsultasi menghasilkan kepastian bahwa pemasangan kawat gigi akan dilakukan, saatnya untuk melanjutkannya pada langkah-langkah berikut ini.

  • Pertanyaan seputar riwayat kesehatan pasien akan menjadi langkah awal untuk melanjutkannya pada prosedur pemeriksaan. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan pada gigi, mulut dan rahang pasien.
  • Awalnya pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan X-Ray guna menentukan posisi gigi yang terdapat pada rahang atas dan bawah. Selain itu, pemeriksaan menggunakan X-Ray juga akan dilakukan pada bagian kepala untuk melihat posisi rahang dan gigi secara detail.
  • Dokter juga akan menyuruh pasien untuk menggigit bahan tertentu sebagai model plester yang akan dicetak nantinya. Model plester tersebut merupakan bentuk rahang serta posisi gigi pasien guna menentukan jenis kawat perawatan yang dibutuhkan.
  • Ada juga kasus yang mengharuskan pencabutan gigi untuk mendukung rangkaian perawatan tersebut. Pencabutan dibutuhkan ketika mengoreksi posisi gigi agar nantinya gigi disekitarnya bisa tumbuh nyaman.
  • Usai pemasangan kawat gigi dilakukan, prosedur perawatan juga tetap berlanjut setidaknya setiap satu bulan sekali dengan berkunjung ke dokter yang menangani pemasangan kawat gigi. Prosedur ini untuk memastikan bahwa kawat sudah terpasang dengan baik, dan selain itu disinilah pasien bisa mempertanyakan atau berkonsultasi lebih lanjut jika ditemukan ketidaknyamanan selama satu bulan pemasangan tersebut.

Untuk menggunakan kawat gigi dibutuhkan waktu yang tidak pasti bergantung dengan kondisi gigi yang telah ditangani tersebut. Biasanya waktu penggunaan kawat gigi dibedakan berdasarkan pada kondisi gigi, kepatuhan pasien, dan tingkat keparahan. Umumnya, penggunaan kawat gigi adalah selama 1 hingga 3 tahun yang dilanjutkan dengan pemakaian Retainer selama 6 bulan berikutnya. Jika sudah selesai penanganan masalah gigi anda, maka disarankan penggunaan retainer hanya ketika saat tidur.

Resiko Pemasangan Kawat Gigi

Pemasangan kawat gigi ternyata juga memiliki resiko yang terdiri dari resiko jangka pendek dan resiko jangka panjang. Biasanya awal pemakaian, gigi akan terasa nyeri dan ngilu yang bisa membuat rasa tidak nyaman saat melakukan aktifitas mulut. Rasa nyeri disebabkan adanya pergeseran posisi pada gigi dan biasa dirasakan ketika usai menjalani pemeriksaan rutin atau ketika usai dilakukan prosedur pengencangan. Namun, rasa nyeri yang cukup mengganggu tersebut umumnya sudah bisa diredakan dengan konsumsi obat pereda nyeri dan diimbangi dengan mengonsumsi makanan lunak terlebih dulu selama rasa sakit masih ada. Beberapa resiko yang kemungkinan dialami pada dua jangka waktu berbeda adalah sebagai berikut.

Resiko Pemasangan Kawat Gigi Untuk Jangka Pendek

Munculnya sariawan yang juga diikuti dengan iritasi ringan karena adanya gesekan antara bibir bagian dalam dengan kawat gigi yang terpasang di bagian depan gigi. Untuk meredakan serta menjaga agar iritasi tidak berkembang semakin parah, maka dianjurkan untuk menggunakan obat kumur antiseptik saat membersihkan gigi. Pada umumnya, adanya kawat di sekitar gigi tersebut juga bisa menyulitkan saat akan menggosok gigi, terutama ketika menjangkau sisa makanan yang ada di sela gigi. Sisa makanan yang menumpuk tersebut bisa membuat lubang pada gigi atau nyeri pada gusi serta menghilangkan mineral pada lapisan luar gigi.

Resiko Pemasangan Kawat Gigi Untuk Jangka Panjang

Resiko yang cukup serius bisa terjadi ketika akar gigi semakin pendek karena adanya pergerakan kea rah tertentu yang dipaksakan melalui pemasangan kawat gigi. Inilah yang kemudian mengakibatkan gigi mudah rapuh. Apalagi ketika pasien tidak mengikuti anjuran dari dokter gigi, yang biasanya mengakibatkan posisi gigi kembali seperti semula karena mengabaikan waktu pemakaian kawat gigi.

Tips Merawat Gigi yang Menggunakan Kawat Gigi

Pemakaian kawat gigi membutuhkan perawatan yang lebih optimal untuk mendapatkan manfaat dari pemasangan kawat tersebut. Beberapa cara perawatan bukan hanya dimaksudkan untuk merawat bagian kawat gigi saja, tetapi juga kondisi gigi secara keseluruhan. Berikut ini adalah tips untuk merawat gigi yang menggunakan kawat gigi.

  1. Menggosok Gigi

Aktifitas menggosok gigi akan terasa lebih sulit dibanding biasanya karena penggunakan kawat gigi. Untuk itu, dibutuhkan jenis sikat gigi serta pasta gigi khusus untuk merawat gigi yang menggunakan kawat tersebut. Selain itu, pemasangan kawat gigi juga memungkinkan adanya perbedaan signifikan terhadap cara menggosok gigi atau bisa dibilang pemakaian kawat gigi juga membutuhkan cara yang khusus saat menyikat gigi.

  1. Benang Gigi

Benang gigi juga bisa menjadi cara anda untuk membersihkan sisa makanan yang ada dis ela gigi dan gusi. Hal ini juga akan disarankan oleh dokter yang melakukan pemasangan kawat gigi untuk mencegah munculnya plak atau karang gigi pada sela-sela kawat dan sekitarnya.

  1. Berkumur

Menggunakan obat kumur antiseptik untuk berkumur setelah menggosok gigi guna memaksimalkan kebersihan pada mulut. Dengan berkumur usai menyikat gigi dan menggunakan benang gigi, maka kebersihan mulut pun akan terasa lebih optimal.

  1. Pantangan Makanan

Beberapa jenis makanan ternyata memiliki dampak yang buruk bagi gigi, terutama saat memutuskan untuk memasang kawat gigi yang otomatis akan membuat anda pantang mengonsumsi jenis makanan tertentu. Beberapa makanan yang harus dihindari oleh pengguna kawat gigi antara lain seperti makanan keras (sayur mentah, keripik, es batu), Vitamin C sangat dibutuhkan untuk membantu merawat gigi, gusi, dan bagian mulut yang rentan terhadap sariawan. Selain itu, dianju

makanan lengket (permen, karamel), makanan yang manis dan asam yang bisa mengundang berbagai bakteri di mulut anda.

  1. Menjaga Kelembaban Bibir

Ketika memerhatikan perawatan pada kawat gigi, jangan lupa juga dengan kondisi kelembaban di sekitarnya, terutama pada bagian bibir. Hal ini dikarenakan saat pemakaian kawat gigi akan memungkinkan seseorang mengalami kondisi bibir kering dan pecah-pecah yang bisa diatasi dengan memberikan pelembab bibir sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

  1. Konsumsi vitamin C

Vitamin C dibutuhkan untuk membantu menjaga gigi, gusi atau kondisi di sekitar mulut yang rentan akan sariawan. Selain itu, dianjurkan juga untuk mengonsumsi kalsium yang bermanfaat untuk memperkuat gigi dan gusi terutama saat menggunakan kawat gigi karena sudah terjadi pergeseran yang mengancam kondisi kekuatan gigi.

  1. Wax Orthodonty

Penggunaan wax orthodonty disarankan ketika bagian ujung kawat gigi menyentuh gusi yang bisa menyebabkan iritasi pada bagian gusi. Namun, cara ini harus dilakukan juga atas petunjuk dokter dan jangan mengambil inisiatif sendiri untuk pemakaian wax orthodonty.

  1. Rutin Memeriksakan

Perawatan lanjutan tetap dibutuhkan usai melakukan pemasangan kawat gigi. Tentunya perawatan tersebut hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi yang dikunjungi untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap sebulan sekali. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kawat yang telah dipasang bisa berfungsi dengan baik.

  1. Merawat Secara Alami

Perawatan gigi yang menggunakan kawat juga bisa dilakukan dengan bahan-bahan alami yang mudah dijumpai. Misalnya saja dengan mengonsumsi buah strawberry atau jenis sayuran tertentu yang kaya manfaat dan mengandung banyak vitamin serta mineral yang baik untuk kondisi gigi tersebut.

Harga Pemasangan Kawat Gigi

Untuk menentukan harga pemasangan kawat gigi dilihat dari bahan dan tingkat penggunaannya. Selain itu, pasien juga harus memikirkan biaya untuk pemeriksaan rutin selama prosedur pemasangan dan perawatan masih berlangsung hingga 1-3  tahun ke depan. Untuk harga pemsangan kawat gigi permanen, berkisar antara Rp 5.000.000,- hingga Rp 12.000.000,- bergantung pada jenis logam yang digunakan, tingkat transparansi bahan, hinga warna logam yang digunakan. Pemasangan kawat gigi lepas-pasang diperkirakan sekitar Rp 500.000,- hingga Rp 4.000.000,-

Selain persoalan kebutuhan dan biaya pemasangan, anda juga harus memikirkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk melakukan pemasangan kawat gigi tersebut, antara lain:

  • Alasan pemasangan kawat gigi selain karena estetika juga berdasarkan pada kebutuhan yang dirasa perlu bagi dokter yang memeriksa kondisi gigi.
  • Hindari tergiur dengan harga yang murah karena pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh ahli ortodontis berpengalaman harganya jauh lebih mahal dan lebih aman.
  • Siap menjalani proses pemasangan kawat gigi yang artinya anda juga harus mempertimbangkan waktu untuk menjalani proses tersebut.
  • Penderitaan sesaat juga akan dirasakan usai proses pemasangan selesai, selain rasa ngilu yang hebat biasanya kawat gigi juga diimbangi dengan pantangan mengonsumsi makanan tertentu.
  • Perhatian ekstra dibutuhkan untuk menjaga agar kondisi gigi dan mulut selalu bersih.
  • Menyiapkan anggaran yang lebih karena selain pemasangan kawat gigi anda juga akan sering melakukan pemeriksaan rutin yang juga menelan biaya.

Jika Anda ingin melakukan pemasangan maka ada baiknya dipertimbangkan matang-matang dan dipelajari terlebih dahulu lewat artikel ini. Semoga membantu.

 

Leave a Reply