Gambaran Umum Tambal Gigi, Manfaat, Serta Bahayanya

Tambal gigi adalah anjuran bagi setiap orang yang mengalami gigi berlubang. Prosedur perawatan gigi dengan proses penambalan ini banyak menjadi pilihan saat orang enggan untuk mencabut gigi berlubang mereka dengan beragam alasan. Tambalan gigi ini juga menjadi satu-satunya saran dari dokter gigi untuk mencegah pembusukan yang nantinya disebabkan oleh lubang pada gigi. Dengan membuang bagian gigi yang busuk dan menambal bagian berlubang tersebut diharapkan masalah pada gigi pasien baik jangka pendek dan jangka panjangnya bisa diatasi sejak awal.

Selain pada gigi berlubang, perawatan dengan tambal gigi juga diperuntukan bagi mereka yang mengalami gigi retak. Tindakan penambalan tersebut dimaksudkan untuk menghindari karies semakin menyebar pada area gigi sekitarnya. Lubang atau karies yang sudah terbentuk bisa menjadikan area disekitar kubang penuh dengan bakteri. Bakteri inilah yang ditakutkan akan semakin mengancam kesehatan gusi dan akar gigi jika masih berkembang di area busuk tersebut.

Jenis Tambalan Gigi

Jenis tambalan gigi dibedakan berdasarkan tiga cara yaitu tambalan sementara, tambalan permanen, dan tambalan laser baik untuk tambal gigi depan maupun tambal gigi belakang. Ketiga jenis tambalan gigi tersebut akan dijelaskan sebagai berikut,

  • Tambalan sementara merupakan jenis tambal gigi sementara yang sifatnya hanya beberapa waktu saja. Biasanya dokter melakukan tambalan sementara saat akan memasang tambalan permanen yang lebih kuat. Tambalan ini juga terkadang diaplikasikan kepada pasien yang mengalami kerusakan gigi dan harus menjalani perawatan secara berkala ke dokter gigi, sehingga tambalan sementara bisa dengan mudah dibongkar oleh dokter.
  • Tambalan permanen adalah tahap berikutnya usai tambal gigi sementara yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Tambalan gigi yang permanen ini berusia lebih lama dan diharapkan bisa menggantikan fungsi gigi yang sudah keropos sebelumnya.
  • Tambalan gigi laser, adalah teknik tambal gigi terbaru yang berkembang akhir-akhir ini. Tambal gigi laser lebih banyak dipilih saat ini karena sifatnya yang higienis dan konvensional tanpa harus mengubah bentuk gigi asli.

Ketiga jenis tambalan gigi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tanpa mengurangi fungsi tambal gigi sebagai langkah untuk membantu gigi berlubang anda bisa tetap digunakan.

Macam Bahan Tambalan Gigi Beserta Estimasi Biayanya

Tidak hanya jenis tambalan gigi yang terdiri dari banyak macam, bahan untuk membuat tambalan gigi juga dibedakan menjadi empat macam yang paling populer di dunia kedokteran gigi. Beberapa bahan yang bisa digunakan sebagai tambalan gigi antara lain;

1. Amalgam

Tambal gigi dengan bahan amalgam biasanya digunakan sebagai penambal gigi bagian belakang tepatnya pada gigi geraham. Komposisi dari amalgam ini terdiri dari perak, timah, seng, tembaga, dan merkuri. Kadar merkuri yang ada pada amalgam pun hampir 50% dari keseluruhan bahan. Penggunaan bahan amalgam bisa tahan hingga 10 tahun dan cukup berisiko karena kandungan merkuri didalamnya. Merkuri bisa saja terhirup atau tertelan yang akan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara signifikan. Harga tambal gigi dengan bahan amalgam berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per gigi.

2. Resin

Resin merupakan bahan tambal komposit yang terbuat dari partikel plastik serta kaca halus. Pada proses penambalan, akan menggunakan bantuan sinar biru terang untuk membantu pengerasan resin tersebut. Kelebihan bahan resin ini adalah warnanya yang bisa menyatu dengan warna gigi asli. Bahan resin juga terbilang lebih mahal dengan perkiraan harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu untuk satu gigi.

3. Porselen dan Logam

Bahan porselen menjadi yang paling umum digunakan sebagai tambalan gigi. Sifat tambal gigi berbahan porselen ini bisa tahan lama hingga lebih dari tujuh tahun. Selain itu, bahan porselen dan logam juga aman digunakan bagi gigi dengan estimasi biaya sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu per gigi.

4. Emas Kuning

Emas adalah logam mulia yang bisa digunakan sebagai bahan tambal gigi permanen yang tahan hingga 15 tahun masa pemakaian. Dengan sifatnya yang tahan lama, emas juga merupakan bahan paling aman karena tidak menimbulkan korosi gigi serta kuat saat digunakan untuk mengunyah. Biaya tambal gigi berlubang dengan bahan emas kuning bisa sepuluh kali lipast dari bahan tambal biasa.

tambal gigi

Tambal Gigi

Prosedur Tambal Gigi

Tambal gigi dilakukan pada gigi yang berlubang dengan harapan enamel gigi yang mengalami pengikisan karena karies lebih terlindungi. Selain itu, tambal gigi juga sebagai langkah untuk mengurangi risiko kebocoran atau pembusukan pada bagian gigi yang berlubang. Prosedur yang dilakukan untuk menambal gigi secara umum antara lain:

  • Bius lokal yang dilakukan oleh dokter gigi sebagai langkah mematikan area saraf yang ada di sekitar gigi.
  • Peluruhan gigi dilakukan dengan cara menghilangkan dan memotong enamel gigi memakai bor. Tujuannya, untuk menghilangkan pembusukan yang sudah ada di bagian gigi tersebut. Kemudian dokter membentuk ruang pada gigi untuk nantinya diisi dengan tambalan.
  • Etching atau mengencangkan gigi dengan menggunakan gel asam sebelum nantinya diisi dengan bahan tambalan.
  • Pemberian resin bertujuan untuk melapisi bagian gigi agar tidak rapuh, kemudian dilanjutkan menambal gigi dengan bahan yang sudah disediakan.
  • Polishing adalah proses terakhir yang bertujuan untuk membersihkan gigi serta memudarkan noda yang ada pada gigi.

Setelah proses penambalan selesai, kemungkinan besar anda tidak akan bisa makan secara normal untuk sementara waktu. Dibutuhkan setidaknya 2 hingga 7 hari ke depan untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan yang akan menyebabkan rusaknya tambalan yang sudah dipasang.

Perawatan Setelah Tambal Gigi

Usai melakukan penambalan gigi, tidak serta merta bagian tambalan gigi tersebut dibiarkan seperti gigi sebelumnya. Perawatan yang tepat harus dilakukan untuk menjaga bahan tambalan gigi agar tetap bersih dan tahan lama. Beberapa tindakan yang wajib dilakukan usai melakukan tambal gigi diantaranya adalah sebagai berikut;

1. Amati Tekstur Tambalan

Perlu memerhatikan tektur tambalan yang sudah ditempelkan pada lubang gigi karena zat tersebut tidak bisa langsung memadat dan membutuhkan waktu setidaknya 1-2 hari untuk memadat sempurna. Artinya, gigi pun tidak bisa langsung digunakan untuk mengunyah secara normal.

2. Konsumsi Pereda Nyeri

Proses penambalan memungkinkan adanya rasa sakit di sekitar area gigi berlubang tersebut, sehingga dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri untuk anda. Rasa nyeri ini biasanya akan muncul setelah efek anestesi berkurang dan baru reda setelah satu minggu.

3. Hindari Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan yang harus dihindari adalah makanan yang sulit dikunyah. Tekstur makanan semacam ini biasanya ditandai dengan lengket, kenyal, atau berserat. Beberapa contoh diantaranya sayur mentah, permen karet, cokelat, daging, dan sebagainya. Sementara untuk pantangan lainnya, menghindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin baik untuk menjaga kondisi tambalan sementara waktu.

4. Pakai Sisi Gigi Lainnya

Jika anda memiliki sisi gigi lain yang bisa digunakan untuk mengunyah, maka pilihan yang tepat adalah menggunakan sisi lain tersebut saat makan. Untuk sementara waktu, cobalah tidak menggunakan sisi gigi yang baru saja ditambal untuk mengurangi risiko tambalan tidak memadat dengan sempurna.

5. Periksakan Jika Terjadi Perubahan

Bila tiba-tiba anda merasakan adanya masalah pada tambalan gigi tersebut, segeralah memeriksakan ke dokter. Biasanya selain warna tambalan yang cepat berubah, masalah lain seperti tambalan lepas dan terasa nyeri berkepanjangan seringkali dikomplain pasien saat selesai melakukan tambal gigi.

Bahaya Tambal Gigi

Meski termasuk sebagai tindakan restorasi penyelamatan gigi yang berlubang, tambal gigi juga tidak bisa dikatakan aman sepenuhnya. Risiko merugikan setelah melakukan tambal gigi juga bisa saja dialami oleh pasien. Hal tersebut pernah diteliti oleh British Dental Association yang melakukan studi terhadap beberapa responden yang melakukan penambalan gigi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 6 dari 10 gigi milik mereka telah membusuk. Sekitar 30 % diantaranya disinyalir sebagai efek buruk dari tambalan gigi.

Menyadari manfaat serta risiko berbahaya yang bisa disebabkan oleh tambal gigi, maka sangat penting bagi anda untuk mengamati prosedur yang tepat saat proses penambalan. Selain emmilih dokter yang berkompeten, usahakan pula untuk tidak memperlakukan gigi tambal selayaknya gigi asli yang masih utuh. Dengan memerhatikan kebersihan gigi dan bagian tambalan gigi anda, risiko pembusukan atau masalah lainnya bisa diatasi dengan cepat oleh pihak medis yang membantu anda.

Demikian artikel informatif tentang tambal gigi, beserta beberapa prosedur dan manfaatnya. Semoga berguna untuk referensi gigi sehat anda ya!

Leave a Reply