Tampil Menawan Dengan Veneer Gigi? Ini Prosedur dan Risikonya

veneer-gigi

Memiliki gigi yang cantik tentu saja menjadi dambaan bagi setiap orang. Apalagi, gigi menjadi langkah awal senyum anda terlihat menarik di depan umum. Sayangnya, gigi yang kuat dan cantik tidak mudah untuk diperoleh begitu saja. Sebagian besar dari kita tentu mengalami perubahan pada warna gigi yang semula putih menjadi sedikit kekuningan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan spekulasi bahwa warna gigi yang putih dinilai sebagai kecantikan gigi yang sempurna.

Untuk menjaga warna putih alami gigi bukanlah sebuah tindakan mudah. Gaya hidup dan pola makan kita pasti menjadi salah satu faktor penyebab warna gigi menjadi kekuningan. Jikas sudah demikian, memutihkan kembali gigi sepertinya hanya bisa menjadi angan-angan saja. Nah, beruntungnya kini semakin berkembang teknologi di dunia kesehatan serta metode perawatan gigi yang modern. Mendapatkan kembali warna putih alami gigi bisa dilakukan hanya dengan treatment khusus, satu diantaranya adalah dengan melakukan veneer gigi ke dokter gigi terpercaya.

Veneer gigi merupakan sebutan untuk metode memutihkan gigi dengan treatment khusus yang dilakukan oleh dokter gigi. Melalui tindakan ini, anda bisa kembali memeroleh gigi putih anda dan siap untuk tersenyum lepas nantinya. Veneer gigi termasuk prosedur kecantikan yang dilakukan oleh kedokteran gigi yang bertujuan membantu dan merawat gigi yang telah mengalami kerusakan atau perubahan warna. Dengan melakukan veneer, dokter bisa memperbaiki bagian gigi yang rapuh, memperbaiki bentuk serta posisi, sekaligus memutihkan gigi hingga tingkat pemutihan tertentu.

Bahan yang digunakan untuk melakukan prosedur veneer gigi ini adalah lapisan tipis porselen yang nantinya akan dipasang pada bagian permukaan gigi depan. Jika dilihat daya tahannya, veneer porselen ini bisa bertahan hingga hitungan tahun hingga kemudian mengelupas dan perlu diganti. Oleh sebab itu, perlu untuk mencari referensi secara pasti tentang produk veneer gigi yang sudah terpercaya untuk bisa membantu anda melakukan veneer gigi tanpa takut merasa kecewa. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur, efek samping, hingga perawatan veneer gigi, silakan simak ulasan berikut ini ya!

Macam Veneer Gigi

Veneer gigi adalah sebuah lapisan pelindung untuk gigi yang dibuat secara kustom. Secara umum, veneer gigi ini termasuk dalam prosedur kecantikan yang diperuntukkan guna memperbaiki penampilan seseorang. Maka, tidak heran jika veneer gigi lebih banyak dilakukan oleh para publik figur, terutama para artis yang dituntut untuk selalu menawan di depan kamera.

Dilihat dari jenisnya, terdapat dua jenis veneer gigi yaitu berbahan porselen dan berbahan komposit resin. Kedua bahan ini tersebut sama-sama bisa menjadi pelapis dan melindungi permukaan gigi bagian depan. Hanya saja, bahan porselen yang digunakan untuk veneer gigi memiliki ketahanan yang lebih kuat dan lama, warna gigi yang menggunakan bahan porselen pun tidak cepat berubah. Berbeda dengan bahan porselen, veneer gigi dengan bahan resin terlihat lebih ringan dan tipis, sehingga daya tahannya pun tidak begitu lama.

Prosedur Melakukan Veneer Gigi

Prosedur-veneer-gigi

Sebelum merencanakan tindakan veneer gigi ini, anda disarankan untuk mengetahui secara pasti tentang beberapa hal terkait veneer gigi. Mulai dari tingkat kebutuhan, efek samping, biaya dan lain-lain. Tentunya, ini hanya bisa didiskusikan dengan dokter gigi yang menangani anda. Untuk melakukan veneer gigi, biasanya dokter akan menjelaskan terlebih dulu masalah yang ada pada gigi anda dengan mengamati kondisi gigi dan bagian mulut lainnya. Jika dirasa sudah pasti, dokter pun akan menyarankan untuk kehadiran selanjutnya sebagai langkah awal tindakan tersebut.

[Baca juga: Harga Pasang Kawat Gigi]

Pada kunjungan selanjutnya, dokter akan memulai tindakan pemasangan veneer gigi berdasarkan prosedur pemasangan yang benar. Prosedur tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Awal Kondisi Gigi

Pada langkah awal, dokter akan memeriksa kondisi gigi pasien. Pemeriksaan tersebut adalah dengan memastikan keadaan gigi yang rusak atau perlu penanganan lebih. Dalam tindakan ini dokter juga akan mengikis sebagian kecil enamel (lapisan terluar gigi) setebal 0,5 milimeter. Pengikisan tersebut dilakukan untuk memberikan tempat bagi bahan veneer agar saat dipasang pasien tidak akan merasakan veneer yang terlalu besar atau menonjol.

Perhitungan waktu untuk mempersiapan pemasangan veneer bergantung pada parah atau tidaknya kerusakan yang ada pada gigi pasien. Kemudian jika sudah mempersiapkan pemasangan, dokter akan membuat cetakan mulut. Cetakan mulut dibuat dari bahan seperti dempul yang dibentuk sesuai ukuran gigi pasien. Pengukuran ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena setelah ukuran gigi pasien tercetak, dokter akan membuatnya di laboratorium dalam tempo satu hingga dua minggu kedepan.

2. Pemasangan dan Memastikan Veneer Sesuai Ukuran

Langkah berikutnya adalah teknik pemasangan veneer yang telah dibuat di laboratorium pada gigi pasien. Dokter akan menempelkan lapisan veneer pada gigi dan memastikan bahwa ukuran veneer yang telah dibuat sesuai dan nyaman dipakai oleh pasien. Terakhir, dokter hanya akan memberikan saran dan meminta pasien untuk kembali beberapa minggu selanjutnya untuk memeriksa kondisi veneer dan bagian mulut lainnya untuk memastikan kenyamanan bagi pasien tersebut.

Kekurangan dan Kelebihan Veneer Gigi

Veneer gigi sebagai metode untuk mempercantik tampilan gigi juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang bergantung kepada beberapa hal. Kelebihan veneer gigi untuk membuat gigi tampak rapi dan bersih adalah caranya yang cukup instan dan tidak membutuhkan waktu lama dibandingkan dengan metode perawatan gigi lainnya seperti kawat atau behel gigi. dengan begitu, orang akan lebih memilih melakukan veneer pada giginya untuk mendapatkan gigi lebih putih dan cantik dalam waktu kurang dari dua bulan saja.

Sementara itu, untuk kekurangan penggunaan lapisan veneer gigi tidak terlepas dari beberapa faktor seperti biaya, ketahanan, hingga faktor risiko lain yang memungkinkan penggunaan veneer justru merugikan pasien. Beberapa kekurangan veneer gigi antara lain sebagai berikut:

  • Veneer gigi ternyata tidak akan bisa diperbaiki jika mengalami kerusakan parah
  • Gigi anda pun bisa menjadi lebih sensitif dengan penggunaan veneer gigi yang dikarenakan tipisnya lapisan enamel gigi yang telah dikikis sebelumnya.
  • Soal warna, untuk lapisan gigi yang di-veneer akan terlihat berbeda dengan lapisan gigi asli yang tidak menggunakan veneer. Intinya, veneer akan optimal jika dilakukan pada keseluruhan gigi.
  • Lapisan veneer yang sudah menempel pada gigi bisa saja terlepas. Hal ini terkait dengan kebiasaan anda yang mungkin hobi menggigit kuku, atau benda keras yang lain.
  • Harga veneer sangat mahal dan berlaku untuk satu gigi saja
  • Bagi anda yang memiliki gangguan pada gigi dan gusi seperti gusi sering sakit, tambalan gigi cukup besar, atau adanya fraktur gigi tidak cocok menggunakan metode veneer gigi.
  • Selain mengurangi asupan makanan dan minuman yang bisa berisiko untuk gigi veneer, anda juga harus menghilangkan kebiasaan tertentu untuk menjaga kondisi veneer pada gigi anda
  • Gigi yang ditempeli lapisan veneer ternyata juga masih bisa membusuk.

Beberapa kelebihan dan kekurangan melakukan metode veneer gigi tersebut bisa menjadi pertimbangan anda sebelum memutuskan untuk menjalani perawatan gigi ini. Selain mengetahui berbagai kelebihan serta kekurangan veneer gigi, anda juga perlu mengetahui efek samping penggunaan veneer dan perawatan veneer gigi agar lapisannya tidak rusak saat sudah lama diaplikasikan pada gigi.

Efek Samping Veneer Gigi dan Risiko Pemasangannya

Metode perawatan kecantikan seperti veneer gigi juga mengandung risiko yang bisa saja terjadi pada gigi atau bagian mulut lainnya. Efek samping pun tidak bisa dihindari jika pemasangan veneer gigi tidak disertai dengan perawatan yang menunjang dari ahlinya. Ya, untuk perawatan veneer gigi, sebaiknya dilakukan oleh mereka yang sudah ahli dengan melakukan treatment secara rutin setiap bulannya. Disamping itu, anda juga harus memastikan perawatan sendiri di rumah untuk kondisi veneer di gigi anda.

Berikut ini adalah beberapa efek samping serta risiko yang bisa terjadi pada anda yang memutuskan untuk memasang lapisan veneer pada gigi anda, simak ya:

1. Kecelakaan Minor

Kecelakaan minor bisa menjadi salah satu risiko yang harus dialami oleh pasien. Hal ini tentu berkaitan dengan tugas seorang dokter gigi saat memasangkan lapisan veneer tersebut pada gigi anda. Misalnya saja saat dokter memasangkan posisi veneer yang tidak benar. Kondisi pemasangan yang tidak tepat posisi inilah yang kemudian menjadi faktor x penyebab berbagai masalah gigi lainnya.

Masalah gigi yang cukup berbahaya yang bisa ditimbulkan usai terjadi kecelakaan minor tersebut diantaranya seperti pembusukan pada bagian luar veneer. Bisa juga pada penempatan veneer yang salah akan mengakibatkan anda sulit membersihkan gigi atau iritasi pada gusi. Selain itu, penempatan lapisan veneer yang berlendir atau kasar bisa menyebabkan benang gigi nantinya akan masuk ke tepi veneer yang dipasang. Berbagai kondisi tersebut tentu memberikan ketidaknyamanan anda saat mengenakan lapisan porselen pelindung gigi (veneer).

2. Gigi Semakin Sensitif

Dengan berkurangnya enamel gigi yang telah dikikis sebelum pemasangan veneer jelas membawa dampak yang signifikan terhadap sensitifitas gigi. gigi yang cenderung lebih sensitif pun akan menyumbang 80 % ketidaknyamanan anda saat memasukan makanan atau minuman ke dalam mulut.

3. Jaringan Gigi Mati

Risiko lain yang cukup mematikan ketika gigi semakin sensitif adalah matinya jaringan gigi. Hal ini bisa terjadi saat dokter mengambil banyak bagian dari enamel gigi yang melapisi permukaan depan gigi anda sebelum pemasangan veneer. Mengikis terlalu banyak enamel kemungkinan akan menyebabkan sensitifitas semakin berkurang dan bukan tidak mungkin akan mematikan jaringan gigi anda tersebut.

4. Warna Gigi

Warna veneer gigi yang akan dipasang ditentukan terlebih dulu dari warna asli gigi pasien semula. Warna dasar dari gigi inilah yang menjadi patokan jenis zat dan warna zat yang akan digunakan dalam proses pembuatan lapisan veneer. Menurut Cleveland Clinic, veneer yang dipasang pada gigi juga kemungkinan akan mengalami perubahan warna serta noda yang terjadi akibat kelembaban saat pemasangan dilakukan oleh dokter. Nah, warna inilah yang nantinya tidak akan bisa diubah kembali oleh dokter atau bersifat permanen mengikuti warna asli veneer gigi yang bisa bertahan dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun sejak dipasang.

[Baca juga: Cara Memutihkan Gigi]

5. Veneer Retak

Lapisan veneer yang dipasangkan bisa juga mengalami keretakan, meskipun terbuat dari bahan porselen. Biasanya hal ini disebabkan oleh kebiasaan pasien seperti saat mengunyah, menggigit benda atau makanan keras. Tekanan saat menggigit yang keras itu berpotensi menyebabkan kelonggaran atau bahkan rontok pada permukaan veneer yang sudah terpasang.

6. Gigi Berlubang

Bahaya lain yang bisa menyerang anda saat melakukan veneer gigi secara sembarangan adalah mudahnya gigi berlubang. Hal ini bisa terjadi ketika dokter yang memasang veneer tidak menyadari adanya celah antara lapisan veneer dengan permukaan gigi yang asli. Celah diantara keduanya itu bisa menjadi awal karies atau gigi berlubang jika ada sisa makanan yanag bersarang di bagian tersebut.

7. Iritasi Pada Gusi

Gigi veneer memungkinkan seseorang untuk menjaga kondisi mulutnya lebih intens dibandingkan biasanya. Satu lagi risiko yang perlu diperhatikan usai pemasangan veneer adalah keadaan gusi yang menempel pada gigi asli dan gigi veneer. Hal ini bisa menimbulkan gesekan antara ketiga bagian tersebut yang kemudian mengiritasi gusi dan menimbulkan rasa sakit pada gusi. Saat kondisi semacam ini terjadi sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter gigi yang menangani pemasangan veneer untuk menentukan pengobatan atau langkah yang tepat mengembalikan kondisi normal gusi.

Harga Pemasangan dan Perawatan Usai Pasang Veneer Gigi

Veneer gigi hanya bisa dilakukan terhadap gigi tetap atau sudah berganti dari gigi susu. Usia yang cocok sesuai dengan ketentuan tersebut adalah pada pasien usia 6 tahun hingga tua. Bagi pasien yang sudah berumur ini terkadang hanya dibutuhkan sebagai perawatan estetika saja. Salah satu pakar kesehatan gigi, drg. Tri Rahayu Oktaviani, FISID, MARS menyatakan bahwa pemasangan veneer untuk satu buah gigi memang sangat mahal. Biaya yang dibutuhkan untuk veneer satu gigi sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Tarif ini pun secara umum berlaku sama di setiap klinik kesehatan gigi yang menyediakan pelayanan veneer gigi.

Setelah proses pemasangan selesai, pasien pun tidak diperbolehkan memperlakukan gigi veneer seperti gigi yang biasa. Pasalnya, gigi dengan lapisan porselen tersebut secara kekuatan juga sudah berkurang karena terkikisnya enamel. Selain itu, lapisan porselen pada veneer gigi membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Inilah yang terkadang mempersulit seseorang saat akan memeriksakan veneer giginya. Perawatan veneer gigi yang sudah terpasang diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Menyesuaikan sikat gigi dan pasta gigi yang tepat seperti saran dokter yang menangani
  • Melakukan teknik dental floss untuk membersihkan gigi
  • Mencegah sisa makanan atau lainnya berada di celah gigi dan lapisan veneer
  • Mengonsumsi buah atau makanan lainnya dalam bentuk potongan kecil yang dimasukkan langsung ke gigi geraham (hindari menggigit apel pada gigi bagian depan).
  • Menghindari jenis makanan yang bisa merusak keutuhan gigi veneer, misalnya minuman atau makanan yang terlalu mengandung gula, asam, panas, atau terlalu dingin.
  • Menjaga kebersihan gigi secara rutin usai mengonsumsi makanan.

Melakukan prosedur pemasangan veneer yang tepat dan melalui ahlinya lebih mengurangi risiko yang kemungkinan bisa terjadi di jangka panjang. Anda pun diharapkan lebih selektif untuk menentukan lokasi dan dokter ahli yang tepat untuk menjalankan prosedur kecantikan seperti veneer gigi ini. Demikian artikel tentang prosedur dan berbagai efek samping dari pemasangan veneer gigi, semoga bermanfaat bagi anda!

Leave a Reply